Google Search Engine

4.21.2011

Resensi Buku: Ksatria Templar (1120-1312)

Judul: Ksatria Templar (1120-1312)
Penulis: Helen Nicheynoldsolson, Wayne R,
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia (KPG)
Terbit: 24 Februari 2011
Tebal: 94 Hal


Ordo Templar atau Ordo Bait Suci adalah ordo religius mi-liter Kristen yang didirikan untuk melindungi pendu-duk dan peziarah Kristen di Tanah Suci Yerusalem dan sekitar-nya dari gangguan penyamun atau pasukan musuh. Para Templar percaya bahwa mereka berperang atas nama Tuhan, tecermin pada keteguhan me-reka saat bertempur: Me--reka selalu jadi yang terdepan menerjang musuh dan yang paling terakhir mundur dari pertempuran. Kabur dari musuh adalah hal yang sangat memalukan bagi seorang Templar. Ia bahkan bisa dike-luarkan karena melakukan hal itu. Sifat-sifat itu menjadikan Ksatria Templar amat terkenal di antara para penguasa Muslim tetangga me-reka pada zaman pertengahan.

Buku ini membahas para Templar, terutama yang ber-tempur di Tanah Suci, dan alasan-alasan religius atau pribadi yang memotivasi mereka untuk bergabung de-ngan Ordo. Sumber-sumber dari masa itu memberi informasi yang memadai mengenai kehidupan dan ibadah sehari-hari para Templar. Buku ini juga dilengkapi informasi yang detil tentang upacara penerimaan anggota baru Ordo, se-ragam putih dengan lambang salib merah khas mereka, latihan bertarung, penegakan disiplin yang keras, peng-organisasian dalam pergerakan militer, dan ke-tangguhan mereka dalam pertempuran yang membuat me-reka begitu ditakuti dan dihormati.



Tukar Buku.Com :D

Anda pasti punya beberapa koleksi buku di rumah anda yang tentunya juga sudah selesai anda baca. daripada nganggur, beli buku baru mahal. Saya tawarkan untuk kita saling tukar buku. Caranya mudah, saya punya beberapa judul buku yang saya punya, anda tinggal pos-kan di kolom komentar, judul buku yang anda punya. Jika kita saling tertarik, tukeran buku bisa langsung kita lakukan. Saya hanya bermodal jujur disini, dan apabila anda masih belum yakin, saya siap lebih dahulu mengirimkan buku daripada anda, kemudian akan saya upload resi bukti pengiriman di blog saya untuk bisa anda lihat, jika anda sudah yakin, silahkan langsung mengirimkan buku anda pada saya, gampang bukan? toh kita disini hanya hanya saling membantu, bertukar informasi dan pengetahuan. untuk format isian di kolom komentar ketik:

Nama:
Alamat Lengkap:
Telp/HP:
Judul buku milik anda:
Judul Buku yang anda minati:

Jika ternyata buku yang anda minati tidak saya punyai, silahkan tetap posting di kolom komentar buku yang anda minati, agar pembaca lain bisa melihat dan apabila memiliki koleksi buku tersebut, bisa menawarkan pada anda. Ayo kawan, buku anda mungkin sangat berharga bagi kami.

berikut ini daftar buku saya yang siap sata tukar dengan buku anda:
1. Kompensasi (Kumpulan tulisan A. Mustofa Bisri)
2. Babad Tanah Jawa
3.Melawan Melalui Lelucon (Kumpulan Tulisan Abdurrahman Wahid di TEMPO)
4. Larung (Ayu Utami)
5. Che Untuk Pemula (Sergio Sinay dan Agung Ari Budiman)
Untuk review buku diatas bisa anda lihat di daftar resensi buku




4.13.2011

Resensi Buku: Wajah DPR dan DPD 2009-2014

Judul: Wajah DPR dan DPD 2009-2014
Penulis: Litbang Harian Kompas
Penerbit: Penerbit Buku Kompas (PBK)
Terbit: 22 Februari 2010
Tebal: 776 Hal


Buku ini berisikan profil anggota DPR dan DPD hasil pemilihan umum 9 April 2009. Sebanyak 560 anggota DPR berhasil dipilih dari 11.219 calon legislatif (caleg) dan 132 anggota DPD dipilih dari 1.116 caleg.

Dibandingkan wakil rakyat periode-periode sebelumnya, wakil rakyat kali ini lebih berwarna, karena cukup banyak selebritas, keluarga pejabat dan mantan pejabat yang terpilih.

Dari kalangan selebritas, ada beberapa nama kondang seperti Nurul Arifin (Golkar), Eko Patrio (PAN), Ruhut Sitompul (Demokrat), Venna Melinda (Demokrat), Rachel Maryam Sayidina (Gerindra), Dedi Miing Gumelar (PDI Perjuangan), dan Okky Asokawati (PPP) .

Keluarga pejabat yang jadi wakil rakyat juga tidak sedikit. Antara lain Edhie Baskoro (putra SBY), Hikmat Tomet (suami gubernur Banten), Andika Hazrumy (putra gubernur Banten), Aida Zulaika Nasution Ismeth (istri gubernur Kepulauan Riau), dan Hana Hasanah (istri Menteri Kelautan dan Perikanan).

Sementara mantan menteri yang menjadi wakil rakyat adalah Siswono Yudo Husodo, Hayono Isman, Manuel Kaisiepo, Muhammad Prakosa, dan Taufiq Effendi.

Ada juga beberapa orang mantan menteri yang terpilih jadi anggota DPR, namun kursinya ditinggalkan karena mereka terpilih kembali sebagai menteri. Masuk kategori ini Jero Wacik, Suryadharma Ali, dan Lukman Edy.

4.11.2011

Resensi Buku: Permesta dalam Romantika, Kemelut, dan Misteri

Judul: Permesta dalam Romantika, Kemelut, dan Misteri
Penulis: Phill M. Sulu
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (GPU)
Terbit: 30 Maret 2011
Pages: 444


Permesta merupakan sumber kisah yang sangat luas. Tidak lengkap jika peristiwa itu hanya direkam dalam buku sejarah. Di sela-sela fakta sejarah, peristiwa speaktakuler setengah abad lalu itu menyimpan banyak sekali kisah menarik bernuansa kemanusiaan. Selain itu, masih banyak hal yang terkait dengan perjuangan Permesta itu yang hingga kini masih misterius dan dipertanyakan banyak kalangan. Untuk menyingkap keadaan sebenarnya, diperlukan penggalian lebih jauh, untuk mendekatkan kesimpulan pada keadaan yang sebenarnya.

Kisah yang sangat misterius pada masa pergolakan Permesta di Sulawesi Utara, misalnya adalah kematian Kolonel J.F. Warouw. Wakil Perdana Menteri PRRI/Permesta itu dikabarkan mati secara mengenaskan akibat pengkhianatan kawan seperjuangan, sebagai puncak dari konflik internal para pemimpin Permesta. Dan juga terkait konversi PRRI/Permesta ke RPI (Republik Persatuan Indonesia). Hingga kini kedua isu tersebut belum menemukan titik terang. Oleh sebab itulah, latar belakang konflik di antara pimpinan Permesta, yang dianggap merupakan faktor utama kelemahan Permesta, patut ditelusuri agar mendapat titik terang.

Buku ini berkisah tentang peristiwa penting itu dari perspektif individu pelaku.

Resensi Buku: Dari Datuk ke Sakura Emas

Judul: Dari Datuk ke Sakura Emas
Penulis: Clara Ng, Dewi Ria Utari, A Fuadi, Asma Nadia, Alberthiene Endah, Andrei Aksana, Indra Herlambang, Putu Fajar Arcana, Sitta Karina, Dewi Lestari, Dee, Avianti Armand, Happy Salma, Icha Rahmanti, Aan Mansyur,
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (GPU)
Terbit: 08 April 2011


Tak ada yang lebih membahagiakan Datuk Batungkek Ameh selain mengabdi kepada suku. Namun kepergiannya untuk meminpin upacara adat di Padang membawa misi lain. Haruskah ia terus mempertahankan wibawanya sebagai Datuk? Kisah ini merupakan salah satu cerita pendek dalam buku ini. Cerpen lain berkisah tentang keputusan Amelia untuk, "Aku akan menikah dengan dia. Tapi kamu adalah suamiku sepanjang hidup." Ikuti pula kisah Kei, seorang gadis Jepang yang mempertanyakan kenapa ia harus bersekolah di Higa International School. Apa karena semua anak rekan bisnis ayahnya bersekolah di situ?

Empat belas cerita di buku ini ditulis oleh empat belas penulis kontemporer Indonesia. Mereka datang dari beragam latar belakang, beragam tema, beragam gaya, dan beragam genre penulisan.



*) Seluruh royalti buku ini akan disumbangkan oleh para penulis kepada Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin

4.10.2011

Resensi Buku: Kang Soleh Naik Becak Menuju Surga

Judul: Kang Soleh Naik Becak Menuju Surga
Penulis: Rudi Setiawan
Penerbit: ELEX MEDIA
Terbit: 13 April 2011
Tebal: 120 Hal


... dan ketahuilah bahwa Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu! (QS. Al-Baqarah 235). Rasulullah saw., bersabda, ... sesungguhnya Allah Ta`ala melihat kepada hati kalian. Karena itu barangsiapa yang memiliki hati yang bersih, niscaya Allah menyayanginya. Buku ini berisi cerita pendek yang mengandung hikmah bahwa tingginya ilmu serta banyaknya amal ibadah belumlah cukup, jika tanpa dilandasi rasa ikhlas dan hati yang bersih serta semata-mata hanya mengharap ridha Allah. Keikhlasan dan ketulusan yang akan menuntun kita menuju surga-Nya.

Cerita pertama berkisah tentang Kang Soleh yang tidak berputus asa dari rahmat Allah dan selalu bersyukur dan tidak pernah mengeluh, Allah memberi ganjaran dengan surga-Nya. Bahkan Kyai Alim, Lurah Somad, dan Haji Badri diperkenakan masuk surga berkat kemurahan Kang Soleh. Mereka berempatpun bersama-sama menuju surga dengan membonceng becak kang Soleh, yang kecepatannya melebihi kecepatan cahaya.

Cerita kedua tentang kisah perjalanan sang Niat yang berupaya untuk mencari hakekat kebenaran. Tetapi Niat yang tidak dilandasi keikhlasan, enggan menerima petunjuk yang lurus serta tidak mau bersabar atas segala rintangan yang menghadang, akan gagal mencapai kebenaran yang hakiki.

Cerita terakhir berisi tentang hubungan seorang penjahat dan seorang pelacur yang berakhir dengan sangat mengharukan. Subali meninggal dalam sujudnya setelah shalat subuh, sementara Sarmi melaksanakan seluruh amanah Subali untuk meminta maaf dan mengembali harta hasil kejahatan Subali kepada para korbannya.